ppc

Showing posts with label Info Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Info Kehamilan. Show all posts

Wednesday, May 30, 2012

Bahaya dan cara menghindari Kanker Serviks



Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

HPV

Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".
Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.
Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Deteksi Kanker Serviks

Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:
  • IVA

    IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
  • Pap smear

    Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
  • Thin prep

    Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
  • Kolposkopi

    Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

Mengobati Kanker Serviks

Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

Mencegah Kanker Serviks

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.

Hidup Sehat Tanpa Kanker Serviks

Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.

Monday, May 28, 2012

10 Penyebab Perempuan Sulit Hamil

10 Penyebab Perempuan Sulit Hamil

Image

KOMPAS.com -
Pada titik tertentu dalam kehidupan seseorang, keinginan untuk memiliki anak menjadi sangat besar. Tapi bagi sebagian orang, mendapat kehamilan atau mengandung merupakan sebuah misi yang mustahil.

Menurut Mayo Clinic, sekitar 10 sampai 15 persen pasangan di Amerika Serikat tidak subur. Hal ini mungkin disebabkan karena berbagai alasan, bisa karena dari pihak laki-laki atau pun perempuan.

Menurut US Department of Health and Human Services, penyebab umum dari ketidaksuburan pada perempuan adalah adanya masalah dengan ovulasi. Ini adalah suatu proses pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim untuk kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi.) Sebuah tanda umum dari masalah ovulasi di antaranya periode menstruasi yang abnormal, atau kurang lengkapnya periode menstruasi.

Di bawah ini adalah beberapa penyebab umum ketidaksuburan pada wanita, yang sebagian besar berhubungan dengan masalah ovulasi :

1. Sindrom Ovarium Polikistik  (PCOS)

PCOS merupakan kondisi yang menyebabkan kelebihan produksi hormon androgen dan merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada perempuan. Ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh PCOS menyebabkan masalah dengan ovulasi dan terganggunya siklus menstruasi. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan obesitas dan resistensi insulin.

2. Menopause dini

Menurut Mayo Clinic, menopause dini didefinisikan sebagai kekurangan atau hilangan menstruasi dan tanda awal habisnya folikel ovarium sebelum seorang wanita mencapai usia 40 tahun. Seorang perempuan dianggap menopause dini jika fungsi ovarium (indung telur) dan menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun. Penyakit kekebalan tertentu atau bahkan terapi radiasi dapat memicu menopause dini pada perempuan.

3. Kerusakan pada saluran telur (tuba)
Ketika saluran tuba meradang, hal ini mungkin disebabkan karena adanya penyumbatan atau jaringan parut, yang pada gilirannya, menyebabkan infertilitas. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual, terutama klamidia. Kasus-kasus lain yang dapat menyebabkan penyumbatan pada tuba  termasuk penyakit radang panggul, atau bekas operasi akibat kehamilan ektopik.

4. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini biasanya akan mempengaruhi indung telur, telur, saluran telur, rahim dan bahkan fungsi sperma. Dalam kasus endometriosis yang ringan, konsepsi masih mungkin terjadi karena tidak semua wanita akan mengalami infertilitas. Pada kasus ini, laparoskopi dapat digunakan untuk menghilangkan jaringan parut yang disebabkan oleh endometriosis untuk membantu pembuahan.

5. Ovarium jaringan parut


Faktor lain yang mempengaruhi ovulasi wanita adalah kerusakan fisik pada ovariumnya. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh pembedahan akibat kista ovarium. Operasi konstan yang luas atau invasif dapat menyebabkan kerusakan jaringan parut ke titik di mana folikel ovarium tidak dapat lagi dewasa, akibatnya proses ovulasi menjadi tidak lengkap.

6. Adhesi pelvis

Adhesi pelvis didefinisikan sebagai jaringan parut yang terbentuk setelah operasi panggul, usus buntu yang dapat mengganggu kesuburan. Adhesi pelvis dapat mengubah struktur saluran tuba, sehingga sulit untuk telur wanita melakukan perjalanan melalui saluran tersebut.

7. Masalah tiroid

Hipertiroidisme adalah suatu kondisi dimana kelenjar tiroid terlalu aktif. Sedangkan tiroid hipotiroidisme, merupakan kondisi yang disebabkan oleh tiroid kurang aktif. Keduanya dapat menyebabkan masalah infertilitas pada wanita.

8. Pengobatan Kanker

Memiliki kanker dan menjalani radioterapi atau bentuk lain pengobatan kanker dapat mengganggu fungsi dari sistem reproduksi pria atau wanita. Penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan kesuburan seorang wanita salah penyebabnya adalah efek samping dari radiasi. Namun kondisi ini juga tergantung dari bagian tubuh yang di sinari. Perempuan yang menjalani terapi radiasi harus membicarakan dengan dokter mereka tentang efek pengobatan yang mungkin akan memengaruhi kesuburan mereka.

9. Obat-obatan tertentu
dan lifestyle

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan infertilitas pada wanita. Tetapi dengan menghentikan konsumsi obat itu sepenuhnya, wanita masih mungkin untuk kembali menjadi subur seperti semula. Menggunakan obat-obatan, minum alkohol, merokok, makan tidak sehat dan kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan, dan olahraga atletik berlebihan juga dapat menyebabkan infertilitas pada perempuan.

10. Usia

Usia juga dianggap sebagai faktor umum terkait infertilitas pada perempuan. Perempuan di atas 40 tahun memiliki jumlah sel telur lebih rendah dan cenderung kurang sehat. Kemungkinan keguguran juga lebih tinggi pada wanita yang usianya lebih tua.

Kenapa Pria Malas Berhubungan Seks Saat Istri Hamil?

Kenapa Pria Malas Berhubungan Seks Saat Istri Hamil?

Image

KOMPAS.com -
Ada banyak pria yang mengalami masalah saat harus melakukan hubungan seks, terutama ketika istri  sedang hamil. Hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan biologis, sehingga menurunkan minat untuk melakukan hubungan seksual.

Banyak ibu hamil mengeluh bahwa pasangan mereka tidak lagi tertarik untuk berhubungan seks saat hamil, atau bahkan tidak dapat melakukannya. Namun, tak sedikit pula ada pria yang menganggap istri mereka terlihat lebih seksi saat hamil.

Lantas apa masalahnya yang sebenarnya membuat para pria enggan melakukan hubungan seks saat hamil? Berikut adalah beberapa alasannya, seperti dikutip geniuspregnancy:

1. Kehadiran "orang lain"


Beberapa pria merasa tidak nyaman ketika melakukan hubungan intim saat hamil karena mengetahui mengetahui bahwa anaknya berada di dalam ruangan, yang dia sebenarnya sangat ketahui.

2. Takut melukai bayi
Sebagian besar pria percaya bahwa mereka mungkin akan mengenai kepala bayi saat melakukan penitrasi. Padahal ini jelas tidak mungkin. Anda (istri) harus menjelaskan hal tersebut kepada suami Anda.

3. Takut menyakiti pasangan (istri)
Komunikasi adalah hal yang sangat penting pada tahap ini. Anda harus menjelaskan kepada suami tentang apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak. Misalnya, katakan padanya untuk tidak melakukan tekanan pada area perut Anda. Itu tugas Anda untuk meyakinkan dia bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja selama melakukannya dengan posisi yang tepat dan tidak membahayakan Anda.

4. Positioning


Anda harus menerima kenyataan bahwa bukan suatu perkara yang mudah untuk menemukan posisi yang tepat saat berhubungan intim kala istri sedang hamil. Tapi Anda dapat terus mencobanya dan mencari posisi alternatif yang lainnya.

5. Takut kalau sperma memicu kelahiran prematur
Pada situasi tertentu, hal ini memang mungkin saja terjadi. Sperma mengandung apa yang disebut prostaglandin, yang dapat memicu bayi lahir lebih cepat. Tetapi kondisi ini hanya akan terjadi apabila usia kehamilan sudah mendekati persalinan. Anda dapat menjelaskan hal ini kepada pasangan (suami) Anda bahwa seks saat hamil tidak akan menimbulkan masalah.

6. Keintiman tidak harus berhubungan dengan seks
Beberapa pria berpikir bahwa banyak cara untuk bersenang-senang tanpa terlibat dalam hubungan seksual. Untuk yang satu ini, mungkin Anda harus mengingatkannya dengan penuh gairah.

7. Pria tidak sadar bahwa ketika hamil wanita lebih intens mengalami orgasme
Beberapa wanita dapat mencapai orgasme lebih cepat daripada biasanya, bahkan dapat terjadi beberapa kali terutama saat hamil. Seluruh alat kelamin dan daerah panggul, termasuk rahim ukurannya membesar dengan volume darah, dan area vagina menjadi lebih sensitif. Setiap jenis rangsangan, walau hanya sekadar fantasi, seringkali cukup untuk memicu libido wanita kala hamil.

Usir 5 Kekhawatiran Jelang Persalinan

Usir 5 Kekhawatiran Jelang Persalinan

Image

KOMPAS.com
- Ibu hamil kerap memiliki kekhawatiran akan kehamilan, janin yang dikandungnya, hingga persalinan. Alih-alih bahagia menanti kehadiran sang buah hati, ibu justru dikuasai rasa khawatir yang sebenarnya hanya akan menambah ketegangan saat menjalani persalinan.

Kalaupun ibu hamil merasa khawatir, ada baiknya segera mengindentifikasi kekhawatiran tersebut dan mencari solusinya. Kekhawatiran saat hamil muncul karena ibu terlalu banyak menerima dan menyerap informasi tanpa menyaringnya, atau karena memang mengalami masalah emosi seperti cemas atau panik, selain juga karena minimnya dukungan dari orang terdekat semasa kehamilan.

Dr Ridwan SpOG dari Kemang Medical Care Hospital menjelaskan ada lima kekhawatiran yang kerap dialami ibu hamil. Biasanya rasa takut muncul sejak trimester dan semakin menjadi jelang persalinan kalau kekhawatiran tersebut tak teratasi dengan baik.

"Setiap orang akan berbeda rasa takutnya. Karenanya setiap individu perlu mengidentifikasi ketakutannya dan mencari solusi. Selain juga dukungan dari suami, orangtua, mertua, dan tenaga medis diperlukan untuk menambah kepercayaan diri ibu hingga persalinan. Dengan mengatasi kekhawatiran, ibu menjadi lebih tenang karena ada solusi dari masalah yang dihadapinya," jelas dr Ridwan kepada Kompas Female seusai peluncuran buku Mommies Daily Pregnancy Checklist oleh penerbit Buah Hati, di kegiatan Women Wired Weekend, di fX Lifestyle X'nter Jakarta, Sabtu (25/2/2012).

Dr Ridwan menyebutkan lima rasa takut tentang persalinan yang muncul pada ibu hamil, sekaligus memberikan solusi bagaimana mengatasinya.

1. Rasa nyeri. Ibu hamil kerap mengkhawatirkan rasa nyeri saat melahirkan yang didengarnya dari pengalaman orang lain atau pembicaraan bersama orang-orang di sekitarnya.

2. Robekan jalan lahir termasuk proses penjahitan. Cerita pengalaman proses penjahitan pascabersalin yang didapatkan dari orang-orang disekitarnya juga membuat ibu hamil menjadi khawatir.

3. Gagal melahirkan normal melainkan dengan caesar. Ibu hamil juga merasa khawatir kalau-kalau tak bisa melahirkan normal (vaginal) seperti yang diharapkan karena kondisi tertentu. Sehingga mengharuskannya untuk menjalani operasi caesar.

4. Hilang kontrol saat proses bersalin. Kekhawatiran lain yang terjadi pada ibu hamil di antaranya kehilangan kontrol saat bersalin. Misalnya, takut berteriak saat kontraksi atau buang air besar saat proses persalinan.

"Semua hal itu normal, termasuk kalau buang air besar saat proses persalinan, tak perlu merasa canggung atau tak enak dengan dokter atau petugas medis lainnya. Jadi hal seperti ini tak perlu dikhawatirkan," jelas dr Ridwan.

5. Kondisi bayi. Hal lain yang juga dikhawatirkan ibu hamil jelang persalinan adalah kondisi bayi, apakah terlahir normal atau mengalami gangguan kesehatan serta berbagai hal lainnya.

Menurut dr Ridwan, proses kelahiran bayi terpantau dengan baik oleh tenaga medis. Jadi, tak perlu khawatir berlebihan.

Untuk mengatasi berbagai kekhawatiran itu, dr Ridwan menyarankan agar ibu hamil juga orang-orang didekatnya melakukan sejumlah hal ini:

* Cari sumber terpercaya untuk membedakan fakta dan mitos seputar kehamilan dan persalinan. Kalau ibu hamil terinformasi dengan baik, proses persalinan akan lebih mudah dilalui dengan kepercayaan diri tinggi. Rasa percaya diri pada ibu hamil inilah yang mengurangi rasa takut.

* Hindari obrolan, tontotan, bacaan atau cerita-cerita dan informasi yang tidak ada efek positif terhadap kehamilan dan persalinan. Sampaikan dengan santun kepada orang lain yang sedang menceritakan pengalaman negatif saat melahirkan  karena hal tersebut dapat memberikan sugesti negatif kepada ibu.

* Dukungan dari suami, keluarga, orangtua termasuk dokter dan tenaga medis lainnya sangat dibutuhkan ibu hamil untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

* Sampaikan ketakutan Anda kepada dokter dan orang terdekat Anda. Kalau takut caesar misalnya, sampaikan kepada dokter bahwa Anda ingin melahirkan normal. Kalaupun nanti kondisinya memang mengharuskan Anda untuk caesar, Anda lebih mudah mampu menerimanya dan menjalaninya tanpa rasa takut.

Sementara ketakutan lainnya seperti rasa nyeri, juga perlu disampaikan kepada dokter. Dengan begitu dokter bisa membantu Anda mencarikan solusi. Apakah memang perlu dilakukan epidural saat persalinan. Anda juga bisa mencari tahu berbagai informasi mengenai hypnobirthing, gentle birth, atau terapi relaksasi lainnya untuk mengatasi kekhawatiran tersebut.

Dengan mengindentifikasi masalah dan berkomunikasi, kekhawatiran bisa berkurang. "Dokter pun bisa membantu dengan adanya komunikasi ini. Baik dengan menyarankan epidural, hypnobirthing atau solusi lainnya yang membuat ibu lebih tenang karena merasa sudah menemukan solusi," tandasnya.

Merancang Jenis Kelamin Bayi

Merancang Jenis Kelamin Bayi

Image

JANGAN
buru-buru ceraikan pasangan Anda karena dianggap tidak bisa melahirkan anak dengan jenis kelamin tertentu. Menurut dr. Boyke Dian Nugraha, pihak laki-laki lebih menentukan jenis kelamin yang akan dilahirkan seorang ibu. Wanita itu netral dalam menentukan jenis kelamin bayi, tambahnya.

Bila ingin merencanakan untuk mempunyai anak berjenis kelamin tertentu, ada sejumlah cara ilmiah yang disarankan dr. Boyke.

Untuk mendapatkan bayi laki-laki :

1. Ayah sebaiknya menjalani tiger diet atau makan banyak daging
2. Ibu sebaiknya banyak mengonsumsi sayur mayur dan buah-buahan
3. Vagina dibasuh dengan air hangat dicampur dengan baking soda 15 menit sebelum berhubungan. Tujuannya adalah menjaga agar daerah vagina bersifat basa.
4. Hubungan seks dianjurkan dilakukan pada masa subur setelah ovulasi terjadi atau hari ke-15 atau ke-16.

Untuk mendapatkan bayi perempuan :

1. Ayah sebaiknya banyak makan sayur mayur dan buah.
2. Ibu sebaiknya banyak mengonsumsi daging.
3. Vagina dibasuh dengan air hangat dicampur dengan cuka dapur 15 menit sebelum berhubungan. Tujuannya adalah menjaga agar daerah vagina bersifat asam.
4. Hubungan seks dianjurkan dilakukan sebelum ovulasi atau hari ke-12 atau ke-13.

5 Fakta Menarik Aktivitas Janin dalam Rahim

5 Fakta Menarik Aktivitas Janin dalam Rahim

Image

KOMPAS.com -
Bayi dalam kandungan ketika belum terlahir sebenarnya disebut janin. Saat sudah dilahirkan maka berubah sebutannya menjadi bayi.  Namun,  kita sering menyebutnya bayi meskipun belum lahir. Janin dalam kandungan merupakan suatu pribadi yang baru atau persona yang memiliki keunikan dan keajaiban tersendiri dalam aktivitas kehidupan dalam rahin (intra uterin).

Menarik sekali jika kita memperhatikan gerak gerik sang janin dalam kandungan melalui layar monitor ultrasonografi.  Apa saja aktivitas sang janin dalam kandungan?

1. Apakah  selama dalam kandungan janin sudah bisa mendengar?

Memasuki usia kehamilan enam bulan atau  24 minggu janin mampu mendengar. Lalu apa yang didengarnya? Segala aktivitas dalam tubuh ibu menjadi irama nada indah bagi janin. Sambil berbaring nyaman dalam rahim, sang janin mendengar detak  jantung ibu, suara bising usus, dan berbagai macam suara saat ia bermain air ketuban. Bagi ibu hamil, disarankan untuk memberikan rangsangan positif dari  luar tubuhnya dan menjaga setiap ucapan, hindari pertengkaran dan suara keras antara suami istri. Agar janin tidak mengalami stres.

2. Kapan Janin suka menghisap dan mencecap rasa?

Bila dilihat pada layar monitor, pada janin usia 16 minggu  janin sudah mulai berpetualang dengan kemampuannya untuk mencecap rasa air ketuban dan mulutnya melakukan gerakan menghisap. Kecerdasan awal bagi janin dalam menikmati sensasi rasa mulai berkembang.

3. Kapan janin peka terhadap cahaya dari luar?

Usia empat bulan  janin sudah peka terhadap cahaya. Meskipun suasana rahim gelap, janin mampu membedakan terang saat ada rangsang cahaya dari luar tubuh ibunya. Para peneliti mencoba merangsang mata janin dengan memberikan sorot cahaya dengan menyinari perut sang ibu, dan tampak mata janin mengerjap saat cahaya diarahkan ke wajahnya.

4. Kapan janin bisa bisa menggunakan indra peraba?

Pada usia kehamilan 4- 5 bulan janin sudah mulai bisa merasakan sensasi pada permukaan tubuh dan kulitnya. Bila disentuh pada bibirnya janin dapat melakukan gerakan membuka bibir dan seolah menghisap. Bila disentuh pada telapak tangannya janin akan bereaksi menggenggam.

5. Apa yang janin lakukan bila mengalami ketegangan atau stres dalam rahim?

Bila seorang ibu hamil mengalami ketegangan mental dan tekanan psikologis selama kehamilan, maka janin dalam kandungan dapat terpengaruh. Janin melakukan gerakan berlebihan, mudah timbul his atau kram yang disebut dengan kontraksi pada rahim ibu. Bahkan dapat berpotensi terjadinya persalinan prematur maupun ketuban pecah sebelum waktunya. Janin juga bisa mengeluarkan tinja dalam kandungan dan mengotori air ketuban.

Apa yang harus diperhatikan ibu hamil untuk kebaikan sang janin dalam rahim ?
  1. Menerima dengan ihklas semua perubahan tubuh, suka duka saat menjalani kehamilan.
  2. Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan kegiatan yang tidak melelahkan.
  3. Menjaga asupan makanan bergizi bagi pertumbuhan janin dalam kandungan.
  4. Menjaga suasana hati dan pikiran yang tenang sejak bayi dinyatakan hamil.
  5. Menjaga hubungan harmonis antara suami dan istri, hindari kekerasan dalam rumah tangga.
  6. Memberikan rangsangan musik yang lembut pada dinding perut ibu, lantunan doa, dan suami istri sering menstimulasi bayi, menyentuh perut ibu dengan usapan lembut sambil mengajak bicara janin  dalam kandungan.

7 Hal yang Harus Dihindari Saat Ingin Hamil

7 Hal yang Harus Dihindari Saat Ingin Hamil



KOMPAS.com
- Tidak semua wanita bisa dengan mudahnya hamil. Sebagian perlu usaha dan perencanaan yang keras agar dapat menimang anak. Bagi Anda yang sekarang sedang berusaha atau merencanakan kehamilan, tentu ingin segera sukses. Nah, agar hal ini bisa terwujud, tidak ada salahnya bila menghindari beberapa hal berikut ini.

1. Memakai celana yang terlalu ketat
Image

Mungkin Anda pernah mendengar informasi bahwa pria sebaiknya menggunakan celana boxer, alih-alih celana dalam yang telalu ketat, untuk menjaga spermanya. Tapi, Anda juga perlu tahu bahwa kebiasaan memakai skinny jeans pada perempuan juga dapat berpengaruh pada kesuburan. Menurut laporan pada Journal of Obstetrics and Gynaecology, celana jeans yang terlalu ketat dapat menyebabkan masalah pada wanita, karena meningkatkan risiko endometriosis, yang dapat memicu masalah pada fertilitas yang serius.

2. Menolak seks hingga saat ovulasi tiba

Para ahli tidak merekomendasikan pasangan untuk hanya berhubungan seks pada masa ovulasi saja. Karena sebenarnya ejakulasi secara teratur dapat membantu memperbaiki ketahanan sperma. Sementara sebaliknya, bila suami sering harus menahan ejakulasi hingga lebih dari satu minggu, hal ini dapat menurunkan tingkat keberhasilan kehamilan.

3. Menjadikan proses "membuat anak" jadi terlalu teknis

Menggunakan alat tes kesuburan secara berulang-ulang untuk mengetahui apakah hari ini Anda berpotensi untuk hamil hanya akan membuat Anda stres sendiri. Pasangan juga bisa ikut "il-fil" jika Anda menetapkan waktu bercinta berdasarkan waktu-waktu tertentu yang dianggap paling baik untuk "membuat anak". Lebih baik rilekskan diri dan tidak perlu terlalu memaksakan.

4. Membawa pekerjaan ke rumah

Terlalu stres dalam bekerja dapat berpengaruh pada tingkat kesuburan. Apalagi jika Anda sampai mengalami gangguan tidur seperti insomnia, karena sering harus kembali bekerja saat sudah di rumah -bahkan bekerjanya juga di kamar tidur.

Menurut riset dari University of Maryland, ketika siklus sirkadian atau siklus harian tubuh Anda terganggu, produksi hormon melatonin otomatis juga ikut terganggu. Padahal, hormon ini juga berperan dalam pelepasan hormon reproduksi wanita.

Untuk itu, miliki pola tidur yang baik, dengan cara tidak membawa buku, komputer, atau pekerjaan ke dalam kamar tidur. Tetapkan aturan bahwa kamar tidur hanya untuk tidur dan berhubungan intim.

5. Kehilangan berat badan terlalu banyak

Badan yang terlalu kurus dapat menurunkan potensi untuk hamil, karena ketika lemak tubuh terlalu sedikit Anda dapat mengalami haid yang tidak teratur dan perubahan pada hormon. Oleh karenanya, bila Anda ingin cepat hamil, miliki dulu berat badan yang sehat.

6. Konsumsi alkohol

Menurut Dr Kelton Tremellen, deputy medical director dari IVF Clinic, kebiasaan minum sekitar dua gelas sehari masih bisa ditolerir untuk para calon ayah. Namun, bila kebiasaan ini sudah lebih dari empat gelas sehari, dapat berbahaya bagi sperma.

7. Kebiasaan merokok

Pada pria, kebiasaan merokok dapat membuat jumlah sperma menurun hingga 15 persen dibandingkan non-perokok. Selain itu, sperma juga cenderung tidak sehat sehingga tidak dapat membuahi sel telur.

Bagi kaum wanita, merokok dapat mencegah perpindahan sel telur melalui tuba falopi ke rahim, sementara zat kimia yang berada dalam rokok dapat berpengaruh pada produksi hormon-hormon yang penting bagi kehamilan.